
Hari ini, Rabu, 01 Februari 2023, MI Mamba’ul Ulum Bedanten melaksanakan acara Deklarasi Madrasah Ramah Anak sebagai wujud perlindungan hak-hak anak juga sebagai bentuk pernyataan madrasah tentang kesiapan untuk menerapkan madrasah yang ramah pada anak. Acara ini dilaksanakan di Halaman MI Mamba’ul Ulum Bedanten yang disaksikan dan dihadiri oleh semua siswa MI Mamba’ul Ulum, Kepala Madrasah, Guru, Ketua Komite Madrasah, Pengurus Paguyuban Wali Murid dan Hadir pula Pengawas Madrasah Kementrian Agama Kab. Gresik Bapak. Khofiyul Arif, S.Pd.I
Deklarasi dimulai pukul 08.00 wib. Acara diawali pembukaan oleh ketua komite MI Mamba’ul Ulum Bedanten. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Madrasah dipimpin oleh Ibu Rosa Rif’atin, S.Pd. seterusnya pengarahan tentang Madrasah Ramah Anak (MRA) dan anti Bullying oleh Bapak Khofiyul Arif (Pengawas MI kec.Bungah) dan ditutup dengan doa oleh Bapak Nur Halim, S.Pd.I. dan Puncak acara, yaitu pembacaan isi teks Deklarasi Madrasah Ramah Anak yang diikrarkan oleh semua yang hadir dalam acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu MRA, disusul cap tangan sebagai bentuk Deklarasi Madrasah Ramah Anak dan anti Bullying diawali oleh Bapak pengawas, kepala MI, ketua komite, guru dan siswa MI Mamba’ul Ulum Bedanten.
Madrasah Ramah Anak adalah madrasah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup, serta penghargaan terhadap anak. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penguatan, koordinasi dan evaluasi satuan pendidikan ramah anak oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik.”
Dalam sambutannya, Bapak Khofiyul Arif menjelaskan keberlangsungan Madrasah Ramah Anak butuh peran dari semua pihak, baik guru, wali murid sebagai bentuk pendampingan dalam menciptakan pembelajaran yang bersih, asri, nyaman, dan menyenangkan. Diimbangi dengan pendidikan karakter. Yakni berakhlak mulia, serta miliki jiwa bermasyarakat dan bernegara.
Beliau (Bapak Khofiyul Arif) sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan baru pertama kali diundang ke Madrasah dan diadakan acara seperti ini. Dengan berkomitmen menjadikan Sekolah/Madrasah Ramah Anak maka kami sepakat dan menjalin kerjasama dengan semua stakeholder untuk mewujukan madrasah yang benar-benar membuat anak nyaman dan senang bersekolah di lembaga kami MI Mamba’ul Ulum Bedanten. Semangat bagi kami untuk mendidik siswa dengan cara yang nyaman dan menyenangkan. Serta membantu siswa untuk saling hidup rukun penuh dengan cinta, cinta kepada Allah SWT dan rasulNya, orang tua, sesama, dan lingkungan.
Bentuk penerapan MRA, salah satunya menghias lingkungan madrasah dengan aneka tanaman bahkan tanaman TOGA yang mulai dbudidayakan. Aneka tanaman kami dapatkan dari semua stakeholder, satu anak satu tanaman.
“Pesan saya setelah melakukan deklarasi MRA maka sepakat bahwa tidak memberikan hukuman dalam bentuk apapun. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka guru, orang tua, dan peserta didik saling bekerja sama dengan memiliki rasa tanggungjawab terhadap hak dan kewajibannya masing-masing. Tidak ada hukuman bukan berarti siswa bebas tidak mengerjakan tugas tetapi saling bertanggungjawab dengan tugas masing-masing.” ujar bapak Khofiyul Arif.
Upaya lainnya yakni sosialisasi terkait bahaya narkoba, rokok, dan minuman beralkohol. Serta larangan siswa mencorat-coret lingkungan sekolah. Siswa juga dididik saling menjaga rasa persaudaraan yang bertujuan mencegah praktik bullying di lingkungan Madrasah.
“Nyaman itu lebih dari aman. Madrasah Ramah Anak tidak diperbolehkan ada hal yang merugikan siswa. Saat siswa bergembira hati, maka tercipta semangat belajar tinggi. Saya harap ini bisa jadi contoh. Karena seluruh Madrasah harus berusaha jadi Madrasah Ramah Anak,” bebernya.
Ibu Titin Humaidah, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, mengatakan, “Tujuan dari Deklarasi Madrasah Ramah Anak ini adalah mewujudkan MI Mamba’ul Ulum Bedanten yang ramah terhadap peserta didik, sehingga melalui proses belajar yang menyenangkan, disiplin, dan tanpa tekanan, membuat para peserta didik nyaman untuk belajar dan menimba ilmu di MI Mamba’ul Ulum Bedanten, sehingga nantinya mereka akan menjadi manusia-manusia yang sukses, baik dalam berakhlakul karimah, menggapai cita-cita, dan memiliki kehidupan yang baik”. Selain itu Tujuan penadatanganan deklarasi ini adalah sebagai pernyataan sikap dan komitmen dari semua pihak warga madrasah dilingkungan MI Mamba’ul Ulum Bedanten untuk dapat memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak, serta memastikan bahwa MI Mamba’ul Ulum Bedanten mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran dan saling menghormati.
Terkait dengan MRA ini ada 5 hal yang harus dilakukan yang merupakan tanggung jawab kita semua, yaitu memberikan jaminan bahwa madrasah aman untuk siswa (peacefulness), madrasah menjamin kesehatan siswa (healthy school), madrasah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa, madrasah harus menjadi tempat yang peduli bagi siswa dan madrasah harus dapat memberi jaminan bahwa madrasah adalah lingkungan yang dapat mengembangkan budaya keislaman yang damai.
“Semoga MI Mamba’ul Ulum Bedanten dapat mewujudkan program Madarasah ramah anak ini. Acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi yang merupakan wujud komitmen dari perwujudan madrasah ramah anak.
